About

SELAMAT DATANG DI BLOG RANCANG KOTA

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 09 April 2013

TEORI PERKEMBANGAN KOTA


Teori struktur ruang kota
Teori-teori yang melandasi struktur ruang kota yang paling dikenal yaitu:
·         Teori Konsentris (Burgess, 1925)

Description: http://bits.wikimedia.org/static-1.21wmf12/skins/common/images/magnify-clip.png
Teori Konsentris
Teori ini menyatakan bahwa Daerah Pusat Kota (DPK) atau Central Business District (CBD) adalah pusat kota yang letaknya tepat di tengah kota dan berbentuk bundar yang merupakan pusat kehidupan sosial, ekonomi, budaya dan politik, serta merupakan zona dengan derajat aksesibilitas tinggi dalam suatu kota. DPK atau CBD tersebut terbagi atas dua bagian, yaitu: pertama, bagian paling inti atau RBD (Retail Business District) dengan kegiatan dominan pertokoan, perkantoran dan jasa; kedua, bagian di luarnya atau WBD (Wholesale Business District) yang ditempati oleh bangunan dengan peruntukan kegiatan ekonomi skala besar, seperti pasar, pergudangan (warehouse), dan gedung penyimpanan barang supaya tahan lama (storage buildings).
1.    Zona pusat daerah kegiatan (Central Business District), yang merupakan pusat pertokoan besar, gedung perkantoran yang bertingkat, bank,museumhotelrestoran dan sebagainya.
2.    Zona peralihan atau zona transisi, merupakan daerah kegiatan. Penduduk zona ini tidak stabil, baik dilihat dari tempat tinggal maupun sosialekonomi. Daerah ini sering ditemui kawasan permukiman kumuh yang disebut slum karena zona ini dihuni penduduk miskin. Namun demikian sebenarnya zona ini merupakan zona pengembangan industri sekaligus menghubungkan antara pusat kota dengan daerah di luarnya.
3.    Zona permukiman kelas proletar, perumahannya sedikit lebih baik karena dihuni oleh para pekerja yang berpenghasilan kecil atau buruh dan karyawan kelas bawah, ditandai oleh adanya rumah-rumah kecil yang kurang menarik dan rumah-rumah susun sederhana yang dihuni oleh keluarga besar. Burgess menamakan daerah ini yaitu working men's homes.
4.    Zona permukiman kelas menengah (residential zone), merupakan kompleks perumahan para karyawan kelas menengah yang memiliki keahlian tertentu. Rumah-rumahnya lebih baik dibandingkan kelas proletar.
5.    Wilayah tempat tinggal masyarakat berpenghasilan tinggi. Ditandai dengan adanya kawasan elit, perumahan dan halaman yang luas. Sebagian penduduk merupakan kaum eksekutif, pengusaha besar, dan pejabat tinggi.
6.    Zona penglaju (commuters), merupakan daerah yang yang memasuki daerah belakang (hinterland) atau merupakan batas desa-kota. Penduduknya bekerja di kota dan tinggal di pinggiran.
·         Teori Sektoral (Hoyt, 1939)

Description: http://bits.wikimedia.org/static-1.21wmf12/skins/common/images/magnify-clip.png
Teori Sektoral
Teori ini menyatakan bahwa DPK atau CBD memiliki pengertian yang sama dengan yang diungkapkan oleh Teori Konsentris.
1.    Sektor pusat kegiatan bisnis yang terdiri atas bangunan-bangunan kontor, hotel, bank, bioskop, pasar, dan pusat perbelanjaan.
2.    Sektor kawasan industri ringan dan perdagangan.
3.    Sektor kaum buruh atau kaum murba, yaitu kawasan permukiman kaum buruh.
4.    Sektor permukiman kaum menengah atau sektor madya wisma.
5.    Sektor permukiman adi wisma, yaitu kawasan tempat tinggal golongan atas yang terdiri dari para eksekutif dan pejabat.
·         Teori Inti Berganda (Harris dan Ullman, 1945)

Description: http://bits.wikimedia.org/static-1.21wmf12/skins/common/images/magnify-clip.png
Teori Inti Berganda
Teori ini menyatakan bahwa DPK atau CBD adalah pusat kota yang letaknya relatif di tengah-tengah sel-sel lainnya dan berfungsi sebagai salah satugrowing points. Zona ini menampung sebagian besar kegiatan kota, berupa pusat fasilitas transportasi dan di dalamnya terdapat distrik spesialisasi pelayanan, seperti retailing, distrik khusus perbankan, teater dan lain-lain. Namun, ada perbedaan dengan dua teori yang disebutkan di atas, yaitu bahwa pada Teori Pusat Berganda terdapat banyak DPK atau CBD dan letaknya tidak persis di tengah kota dan tidak selalu berbentuk bundar.
1.    Pusat kota atau Central Business District (CBD).
2.    Kawasan niaga dan industri ringan.
3.    Kawasan murbawisma atau permukiman kaum buruh.
4.    Kawasan madyawisma atau permukiman kaum pekerja menengah.
5.    Kawasan adiwisma atau permukiman kaum kaya.
6.    Pusat industri berat.
7.    Pusat niaga/perbelanjaan lain di pinggiran.
8.    Upakota, untuk kawasan mudyawisma dan adiwisma.
9.    Upakota (sub-urban) kawasan industri
·         Teori Ketinggian Bangunan (Bergel, 1955).
Teori ini menyatakan bahwa perkembangan struktur kota dapat dilihat dari variabel ketinggian bangunan. DPK atau CBD secara garis besar merupakan daerah dengan harga lahan yang tinggi, aksesibilitas sangat tinggi dan ada kecenderungan membangun struktur perkotaan secara vertikal. Dalam hal ini, maka di DPK atau CBD paling sesuai dengan kegiatan perdagangan (retail activities), karena semakin tinggi aksesibilitas suatu ruang maka ruang tersebut akan ditempati oleh fungsi yang paling kuat ekonominya.
·         Teori Konsektoral (Griffin dan Ford, 1980)
Teori Konsektoral dilandasi oleh struktur ruang kota di Amerika Latin. Dalam teori ini disebutkan bahwa DPK atau CBD merupakan tempat utama dari perdagangan, hiburan dan lapangan pekerjaan. Di daerah ini terjadi proses perubahan yang cepat sehingga mengancam nilai historis dari daerah tersebut. Pada daerah – daerah yang berbatasan dengan DPK atau CBD di kota-kota Amerika Latin masih banyak tempat yang digunakan untuk kegiatan ekonomi, antara lain pasar lokal, daerah-daerah pertokoan untuk golongan ekonomi lemah dan sebagian lain dipergunakan untuk tempat tinggal sementara para imigran.
·         Teori Historis (Alonso, 1964)
DPK atau CBD dalam teori ini merupakan pusat segala fasilitas kota dan merupakan daerah dengan daya tarik tersendiri dan aksesibilitas yang tinggi.
·         Teori Poros (Babcock, 1960)
Menitikberatkan pada peranan transportasi dalam mempengaruhi struktur keruangan kota. Asumsinya adalah mobilitas fungsi-fungsi dan penduduk mempunyai intensitas yang sama dan topografi kota seragam. Faktor utama yang mempengaruhi mobilitas adalah poros transportasi yang menghubungkan CBD dengan daerah bagian luarnya.Aksesibilitas memperhatikan biaya waktu dalam sistem transportasi yang ada. Sepanjang poros transportasi akan mengalami perkembangan lebih besar dibanding zona di antaranya. Zona yang tidak terlayani dengan fasilitas transportasi yang cepat.

Rabu, 03 April 2013

Sejarah Perkembangan Kota Di Dunia


Sejarah Perkembangan Kota di Dunia
Sejarah perkembangan kota di dunia dimulai pada zaman pra Yunani (zaman perunggu), Yunani, Romawi, abad pertengahan, Renaissance dan Boroque, Revolusi Industri hingga pasca industri. Sebelumnya sudah dijelaskan mengenai jenis-jenis kali ini kita mencoba mengetahui sejarah perkembangan kota. Mengenai sejarah perkembangan kota di dunia lebih jelasnya sebagai berikut :

1. Zaman Pra Yunani (Zaman Perunggu)
  • Merupakan kota-kota kerajaan (didiami kurang lebih antara 3000 - 5000 orang);
  • Berfungsi sebagai benteng pertahanan, pusat perdagangan bagi hasil-hasil pertanian daerah sekitarnya, dan tempat pengolahan barang-barang (manufaktur), serta kesenian;
  • Selalu berada di tepi sungai-sungai besar (sekaligus bermanfaat bagi pertanian, pertahanan, dan transportasi). Hal  ini menjadi faktor utama pemilihan lokasi kota;
  • Contoh kotanya : Babilon di Irak, Ur di Turki dan Kahun di Mesir.
2. Yunani
  • Munculnya wacana demokrasi (kekuasaan tidak di tangan raja);
  • Tempat-tempat persidangan demokrasi (pnyx/lapangan terbuka) mengganti istana raja sebagai pusat kota;
  • Terjadi suburbanisasi karena ditinggal warganya untuk tinggal di daerah pinggiran;
  • Muncul seorang bernama Hippodamus, sebagai peletak dasar teoritis perencanaan fisik kota;
  • Contoh kotanya : Athena di Yunani, Miletus dan Priene di Mesir dan Thurij di Italia. Jumlah penduduknya diperkirakan antara 40.000 - 100.000.
3. Romawi
  • Terkenal dengan pandangan Pax Romano;
  • Keberhasilan menaklukkan wilayah lain membuat Romawi membangun jalan-jalan di seluruh imperiumnya dari Inggris sampai Babilon dan dari Spanyol sampai Mesir. Pembangunan jalan-jalan tersebut bertujuan untuk memperlancar arus komunikasi dan perdagangan dari Roma dan  memudahkan pasukan bergerak untuk mengamankan dan menumpas pemberontakan;
  • Menjadi perencana wilayah yang pertama;
  • Dibangunnya kota militer diseluruh imperium dengan maksud untuk menegakkan citra hukum dan keterlibatan;
  • Kaesar berlomba-lomba membuat bangunan sebagai tanda kebesaran dirinya, setiap Kaesar membuat tempat pertemuan umum (forum) yang sering digunakan untuk pertemuan politik dan bisnis;
  • Pengaruh gereja terhadap bangunan-bangunan kota;
  • Munculnya tuan tanah - tuan tanah (feodalisme)
  • Penemuan bahan peledak, yang pada akhirnya mempengaruhi bentuk kota. Benteng-benteng dibangun jauh di luar kota dan daerah-daerah penyangga.
4. Renaiisance dan Boroque
  • Mulai muncul seni sehingga kota lebih artistik;
  • Tokoh perancang yang terkenal antara lain Leonardo da Vinci dan Michelangelo.
5. Revolusi Industri
  • Ditemukannya mesin uap oleh James Watt pada tahun 1769;
  • Produksi meningkat yang pada akhirnya muncul tempat-tempat pengolahan baru (pabrik) meningkat yang pada gilirannya membuat jumlah pekerja bertambah;
  • Jumlah pekerja yang bertambah memunculkan persoalan permintaan permukiman bagi pekerja di sekitar pabrik yang pada akhirnya juga memerlukan sarana penunjang lainnya;
  • Pabrik-pabrik tersebut memerlukan bahan baku yang lancar dan memasarkan hasilnya ke konsumen, yang tentunya memerlukan sarana transportasi yang cepat;
  • Munculnya kapal uap dan kereta api uap (1800 an). Kota menjadi lebih terbuka dengan dibangunnya infrastruktur rel kereta api yang dapat menghubungkan ke daerah luar kota;
  • Mulailah periode industrialisasi yang intensif yang ditandai kemacetan lalu lintas, polusi udara dan air;
  • Munculnya gerakan reformasi (akhir abad ke 19), seperti munculnya undang-undang kesehatan masyarakat yang berkaitan dengan standar perencanaan perumahan dan pemukiman, pengontrolan penggunaan lahan dan tinggi bangunan. Termasuk didalamnya adalah gerakan anti revolusi industri, seperti Robert Owen dengan perumahan koperasinya dan JS. Buckingham dengan membentuk masyarakat kehidupan sederhana;
  • Tak kalah juga, beberapa pendukung revolusi industri melahirkan konsep-konsep tentang kota baru. Seperti Sir Titur Salt membangun Saltair di Inggris, Keluarga Krupp mendirikan Kota Essen di Jerman, serta George Cadbury memindahkan ke Kota baru Bournville. Kesemua kota baru tersebut selain untuk pabriknya juga untuk menampung pekerjanya;
  • Komunikasi makin lancar dengan diketemukannya telegram (1876) dan radio serta televisi (1925);
  • Muncul tokoh yang terkenal dengan konsep Kota Taman (kristalisasi konsep kota baru dalam mengurangi masalah kota industri), yaitu Ebenezer Howard (1896). Selain itu jgua muncul Patrick Gaddes, yang menyarankan "perencanaan fisik tidak dapat meningkatkan kondisi kehidupan kota, kecuali jika diterapkan secara terpadu dengan perencanaan ekonomi dan perencanaan sosial yang berkaitan dengan lingkungan". Gaddes menyebutnya "urban conurbation".
5. Pasca Industri
  • Eksploitasi sumberdaya alam besar-besaran, sehingga memunculkan pembangunan yang berwawasan lingkungan atau biasa dikenal dengan konsep pembangunan berkelanjutan;
  • Transportasi dan komunikasi lebih cepat dan praktis, sehingga perencanaan transportasi serta komunikasi sangat diperlukan;
  • Urbanisasi semakin tinggi.

Begitulah catatan kuliah saya mengenai Sejarah Perkembangan Kota di dunia. Selain materi ini saya dapatkan di dalam perkuliahan saya juga mencari informasi lain tentang perkembangan kota di dunia lewat internet,sehingga materi tentang sejarah kota bisa selesai di kerjakan. J

Sumber :: http://dokter-kota.blogspot.com/2012/09/sejarah-perkembangan-perencanaan.html

Rabu, 27 Maret 2013

Pengertian Kota.

Pengertian Kota
Kota adalah adalah area terbangun dengan struktur dan jalan-jalan , sebagai suatu permukiman yang terpusat pada suatu area dengan kepadatan tertentu yang membutuhkan sarana dan pelayanan pendukung yang lebih lengkap dibandingkan dengan yang dibutuhkan di daerah pedesaan. Kota juga biasa dijadikan pusat segala kegiatan,baik itu kegiatan pemerintahan,social,buadaya,ekonomi maupun aktivitas-aktivitas yang dilakukan oleh individu atau kelompok. Kota juga biasa ditandakan dengan lengkapnya fasilitas yang ada lengkapnya sarana dan prasarana yang bisa menunjang kegiatan seluruh warga dan penduduk yang bermukim di kota tersebut. Dari beberapa definisi tentang kota dapat menggambarkan pengertian kota yang paling tepat karena ketika melihat dari fungsional kota itu sendiri terdapat berbagai macam definisi yang diberikan sesuai dengan sudut pandang masing-masing orang yang berargumen berdasarkan bidang dan pengetahuannya, misalnya ketika ditanyakan kepada orang pertanian maka mereka akan menjawab bahwa kota adalah suatu wilayah yang mata pencaharian penduduknya bukan merupakan pertanian tetapi sebagian besar merupakan industry. Ketika kita menanyakan kepada orang hokum maka mereka akan menjawab dari segi hokum yang mengatur tata ruang wilayah, ketika orang politik mendefinisikan kota maka ia akan berbicara tentang bentuk pemerintahan kota yang berbeda dengan pemerintahan desa, dsb.

Kota dalam sudut pandang tertentu biasa dibagikan beberapa kelompok diantaranya adalah :
1. Kota Nyaman
2. Kota Tidak Nyaman

A. Pengertian kota nyaman itu sendiri adalah kota yang memiliki sarana dan prasarana yang lengkap yang bisa digunakan setiap masyarakat yang tinggal di kota tersebut secara bebas tanpa ada larangan yang berat. 
Adapun unsur-unsur kota nyaman yang harus di penuhi adalah sebagai berikut :

• Indah dan bersih
• Teratur
• Memiliki sarana dan prasarana yang lengkap
• Memiliki Jaminan keamanan untuk warganya
• Transportasi yang bagus

B. Kota tidak nyaman itu sendiri adalah kota yang tidak memiliki sarana dan prasarana yang lengkap,tidak memnerikan rasa nyaman bagi warga yang tinggal di daerah tersebut.
 Adapun unsur-unsur kota tidak nyaman adalah :

• Tidak tertata dengan baik
• Kurang bersih
• Banyak polusi

 Dari beberapa penjelasan tentang kota,kota nyaman dan kota tidak nyaman, maka kita bisa mengerti kota yang sebenarnya itu apa dan bisa memahami kota nyaman dan kota tidak nyaman itu bagaimana.