About

SELAMAT DATANG DI BLOG RANCANG KOTA

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 06 November 2013

Pola Perkembangan Kota

Pengertian Perkembangan  Kota
Menurut Ilhami (1988) sebagian besar terjadinya kota adalah berawal dari dari desa yang mengalami perkembangan yang pasti. Faktor yang mendorong perkembangan desa menjadi kota adalah karena desa berhasil menjadi pusat kegiatan tertentu, misalnya desa menjadi pusat pemerintahan, pusat perdagangan, pusat pertambangan, pusat pergantian transportasi, seperti menjadi pelabuhan, pusat persilangan/pemberhentian kereta api, terminal bus dan sebagainya.

Pengertian kota menurut Dickinson (dalam Jayadinata, 1999) adalah suatu pemukiman yang bangunan rumahnya rapat dan penduduknya bernafkah bukan pertanian. Suatu kota umumnya selalu mempunyai rumah-rumah yang mengelompok atau merupakan pemukiman terpusat. Suatu kota yang tidak terencana berkembang dipengaruhi oleh keadaan fisik sosial.

Pola-Pola Perkembangan Kota
Sesuai dengan perkembangan penduduk perkotaan yang senantiasa mengalami peningkatan, maka  tuntutan akan kebutuhan kehidupan dalam aspek ekonomi, sosial, budaya, politik dan teknologi juga terus mengalami peningkatan,  yang semuanya itu mengakibatkan meningkatnya kebutuhan akan ruang perkotaan yang lebih besar. Oleh karena ketersediaan ruang di dalam kota tetap dan terbatas, maka meningkatnya kebutuhan ruang untuk tempat tinggal dan kedudukan fungsi-fungsi selalu akan mengambil ruang di daerah pinggiran kota (fringe area). Gejala penjalaran areal kota ini disebut sebagai “invasion” dan proses perembetan kenampakan fisik kota ke arah luar disebut sebagai “urban sprawl” (Northam dalam Yunus, 1994).

Secara garis besar menurut Northam dalam Yunus (1994) penjalaran fisik kota dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut :

a)         Penjalaran fisik kota yang mempunyai sifat rata pada bagian luar, cenderung lambat dan menunjukkan morfologi kota yang kompak disebut sebagai perkembangan konsentris (concentric development).



b)         Penjalaran fisik kota yang mengikuti pola jaringan jalan dan menunjukkan penjalaran yang tidak sama pada setiap bagian perkembangan kota disebut dengan perkembangan fisik memanjang/linier (ribbon/linear/axial development).



c)          Penjalaran fisik kota yang tidak mengikuti pola tertentu disebut sebagai perkembangan yang meloncat (leap frog/checher board development).



Jenis penjalaran fisik memanjang/linier yang dikemukakan oleh Northam sama dengan Teori Poros yang dikemukakan oleh Babcock dalam Yunus (1994), yaitu menjelaskan daerah di sepanjang jalur transportasi memiliki mobilitas yang tinggi, sehingga perkembangan fisiknya akan lebih pesat dibandingkan daerah-daerah di antara jalur transportasi.

Pola pemekaran atau ekspansi kota mengikuti jalur transportasi juga dikemukakan oleh Hoyt dalam Daldjoeni (1998), secara lengkap pola pemekaran atau ekspansi kota menurut Hoyt, antara lain, sebagai berikut :

1)      Perluasan mengikuti pertumbuhan sumbu atau dengan kata lain perluasannya akan mengikuti jalur jalan transportasi ke daerah-daerah perbatasan kota. Dengan demikian polanya akan berbentuk bintang atau “star shape”.
2)      Daerah-daerah hinterland di luar kota semakin lama semakin berkembang dan akhirnya menggabung pada kota yang lebih besar.
3)      Menggabungkan kota inti dengan kota-kota kecil yang berada di luar kota inti atau disebut dengan konurbasi.



Senada dengan pendapat yang dikemukakan oleh Northam dalam Yunus (1994), mengenai perkembangan fisik kota secara konsentris, Branch (1995) mengemukakan enam pola perkembangan fisik kota, secara skematis dapat digambarkan sebagai berikut :

Selanjutnya berdasarkan pada kenampakan morfologi kota serta jenis penjalaran areal kota yang ada, menurut Hudson dalam Yunus (1994) mengemukakan beberapa model bentuk kota, yaitu sebagai berikut :
a)      Bentuk satelit dan pusat-pusat baru. Bentuk ini menggambarkan kota utama yang ada dengan kota-kota kecil di sekitarnya terjalin sedemikian rupa,  sehingga pertalian fungsional lebih efektif dan lebih efisien.
b)      Bentuk stellar atau radial. Bentuk kota ini untuk kota yang perkembangan kotanya didominasi oleh ”ribbon development”.
c)       Bentuk cincin, terdiri dari beberapa kota yang berkembang di sepanjang jalan utama yang melingkar.
d)      Bentuk linier bermanik, pertumbuhan areal-areal kota hanya terbatas di sepanjang jalan utama dan pola umumnya linier. Pada pola ini ada kesempatan untuk berkembang ke arah samping tanpa kendala fisikal.
e)      Bentuk inti/kompak, merupakan bentuk perkembangan areal kota yang biasanya didominasi oleh perkembangan vertikal.
f)       Bentuk memencar, merupakan bentuk dengan kesatuan morfologi yang besar dan kompak dengan beberapa ”urban centers”, namun masing-masing pusat mempunyai grup fungsi-fungsi yang khusus dan berbeda satu sama lain.



Berdasarkan pendapat para ahli yang dikemukakan di atas, tentang pola-pola perkembangan fisik kota, pada dasarnya memiliki banyak persamaan. Namun secara umum pola perkembangan fisik kota dapat dibedakan menjadi perkembangan memusat, perkembangan memanjang mengikuti pola jaringan jalan dan perkembangan meloncat membentuk pusat-pusat pertumbuhan baru.

Dalam mengkaji perkembangan fisik suatu kota, menurut Hagget (1970) dapat mengacu pada teori difusi atau teori penyebaran/penjalaran yang mempunyai dua model yang masing-masing memiliki maksud yang berbeda. Model-model tersebut adalah model difusi ekspansi dan model difusi relokasi, dengan penjelasan berikut ini :
1)      Model difusi ekspansi (expansion diffusion) adalah suatu proses penyebaran informasi, material dan sebagainya yang menjalar melalui suatu populasi dari suatu daerah ke daerah lain. Dalam proses difusi ekspansi ini informasi atau material yang didifusikan tetap ada dan kadang-kadang menjadi lebih intensif di tempat asalnya. Salah satu contoh proses difusi ekspansi adalah terjadinya pertambahan jumlah penduduk dalam kurun waktu tertentu yang dibedakan dalam dua periode waktu. Dengan demikian dalam ekspansi ruang terdapat pertumbuhan jumlah penduduk, material dan ruang hunian baru.
2)      Model difusi yang lainnya adalah difusi relokasi (relocation diffusion) adalah suatu proses yang penyebaran keruangan, yaitu informasi atau material yang didifusikan meninggalkan daerah asal dan berpindah ke daerah yang baru.


   

Rabu, 30 Oktober 2013

Elemen - Elemen Rancang Kota

Assalamualaikum Wr.Wb
Kali ini saya akan membahas elemen-elemen Rancang Kota.
Elemen rancang kota atau urban design elements terdiri atas lima unsure atau hal yang paling penting dalam merancang sebuah kota.Oleh karena itu ada pun elemen yang perlu di atur sedemikian rupa agar dapat tercipta suatu kota yang terus berkelanjutan ialah :
1.Bangunan
2.Public space
3.Streat
4.Transportation
5.Lanscape
Dalam pembahasan kali ini yang akan di bahas atau di kaji lebih dalam lagi yaitu tentang bangunan dan transportasi.
A.   Bangunan
Bangunan menjadi hal-hal yang sengat penting dalam merancang kota dan menjadi sebuah elemen yang penting perancangan tersebut, namun dalam hal perancangan kota kita harus memikirkan bangunan-bangunan yang hemat energi baik dari perencanaan,pembangunan,penggunaan sampai penghancuran bangunan tersebut dan tidak menggunankan  energy yang terlalu banyak dan mencemari lingkungan dalah satunya menghasilkan carbon foot point.
Pengertian carbon foot print itu sendiri ialah ukuran dampak aktivitas manusia terhadap lingukangan dan perubahan iklim tertentu.Hal ini terkait dengan jumlah gas rumah kaca yang dihasilkan dalam kehidupan kita sehari-hari melalui pembakaran bahan bakarfosil untuklistrik,pemanasan,transportasidan lain-lain.
B.   Transportasi
Dalam perancangan kota transportasi juga adalah hal yang sangat perlu di perhatikan karenan penataan jalur transportasi yang tidak teratur akan menimbulkan beberapa masalah diantaranya jalur transportasi kota yang semraut,polusi udara dan hal-hal lain yang sangat berdampai negative pada kota itu sendiri.
Namun pada masa sekarang khususnya di Makassar masalah transportasi adalah masalah yang paling banyak di keluhkan karena kkemacetan dimana-mana hal ini disebabkan karena panataan jalur transportasi yang tidak maksimal. Selain itu penggunaan kendaraan pribadi juga menjadi penyebab transportasi kota itu menjadi sedikit terhambat,hal ini bisa teratasi dengan menggunakan transportasi umum namun harus di pastikan bahwa penggunaan jalur transportasi umum bias menjadi solusi bagi masyarakat kota dengan fasilitas-fasilitas yang mendukung khususnya bagi kendaraan umum itu sendiri.



Rabu, 09 Oktober 2013

Pembangunan Berkelanjutan

Assalamualaikum,,
selamat datang..
Saat ini saya akan membahas mengenai Pembangunan,Berkelanjutan dan Pembangunan Berkelanjutan.

1.   PEMBANGUNAN

Hasil pertemuan dan diskusi kami pembangunan adalah proses pembangunan untuk menciptakan sesuatu yang dibutuhkan agar bias terbangun dan menjadi kenyataan.

Sedangkan ada beberapa ahli berpendapat tentang pengertian pembangunan itu sendiri diantaranya :

a.       Berger (1987), memandang modernisasi sebagai suatu rangkaian fenomena historis yang jauh lebih spesifik, yang diasosiasikan dengan tumbuhnya masyarakat-masyarakat industrial.

b.      Rogers dan Shoemaker (1971), mendefinisikan pembangunan sebagai suatu jenis perubahan sosial, dimana ide-ide baru diperkenalkan pada suatu sistem sosial untuk menghasilkan pendapatan per kapita dan tingkat kehidupan yang lebih tinggi melalui metode produksi yang lebih modern dan organisasi sosial yang lebih baik. Pembangunan adalah modernisasi pada tingkat sistem sosial..
c.       Dissaynake (1984), mendefinisikan pembangunan sebagai proses perubahan sosial yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup dari seluruh atau mayoritas masyarakat tanpa merusak lingkungan alam dan cultural tempat mereka berada dan berusaha melibatkan sebanyak mungkin anggota masyarakat dalam usaha ini dan menjadikan mereka penentu dari tujuan mereka sendiri.

Dari beberapa pengertian yang diutarakan oleh beberapa ahli dan termasuk diskusi kelompok kami maka dapat disimpulkan bahawa Pembangunan itu sendiri adalah pembangunan merupakan suatu upaya yang dilakukan dalam rangka menunjang kesjahteraan masyarakat baik dalam bidang ekonomi maupun sosial yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan tanpa merusak lingkungan atau kehidupan sosial. Dan merupakan sebuah tranformasi atau perubahan ekonomi, sosial dan budaya yang di gerakkan atas tujuan atau strategi yang diinginkan yang berguna untuk peningkatan kualitas manusia dalam mempebaiki kualitas hidupnya.
2.   BERKELANJUTAN
Setelah mengetahui pengertian pembangunan maka maki akan membahas tentang berkelanjutan. Menurut saya berkelanjutan itu sendiri adalah proses menanta lingkungan yang memperhatikan kebutuhan masa akan dating tapi tidak mengesampinkan hal-hal yang dibutuhkan pada masa sekarang dan mengikuti perkembangan zaman.
3.   PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN
Setelah sedikit membahas tentang pembangunan dan berkelanjutan maka saatnya kita membahas tentang pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan menurut saya adalah pembangunan yang bertahap dari masa ke masa mengikuti perkembangan zaman dan moderenisasi yang memperhatikan aspek lingkungan,social dan ekonomi di masa sekarang dan mempertimbangkan perkembangan aspek tersebut dimasa yang akan dating agar terus bertahan dalam waktu yang cukup lama.
Sedangkan beberapa ahli mengungkapkan pengertian sendiri tentang pembangunan berkelanjutan itu sendiri,diantaranya :
a.     Menurut Brundtland Report dari PBB, 1987. Pembangunan berkelanjutan adalah terjemahan dari Bahasa Inggris, sustainable development. Salah satu faktor yang harus dihadapi untuk mencapai pembangunan berkelanjutan adalah bagaimana memperbaiki kehancuran lingkungan tanpa mengorbankan kebutuhan pembangunan ekonomi dan keadilan sosial.
b.    Menurut A. Fauzi (2004), ada 3 alasan utama penggunaan istilah pembangunan berkelanjutan :

1. Ekologi
Nilai ekologi dari keanekaragaman hayati sangat tinggi, oleh sebab itu, kegiatan ekonomi seharusnya tidak hanya kepada pemanfaatan SDA atau lingkungan semata karena dapat mengancam fungsi ekologi tersebut.

2. Moral
Saat ini kita dapat menikmati kekayaan sumber daya alam serta lingkungan yang telah diolah menjadi barang, hendaknya secara moral kita harus memikirkan juga mengenai ketersediaan SDA untuk orang - orang yang hidup di masa depan. Kita tidak boleh melakukan aktivitas yang dapat mengambil sumber daya alam secara berlebihan yang akhirnya dapat merusak lingkungan, yang pada akhirnya merugikan generasi yang akan datang.

3. Ekonomi
Hingga saat ini masih dalam perdebatan apakah kegiatan ekonomi sudah memenuhi kriteria pembangunan berkelanjutan atau belum, karena ekonomi berkelanjutan tersebut biasanya bersifat paradoks, di satu sisi bisa disebut pembangunan berkelanjutan, disisi lainnya dapat mengurangi kualitas ekonomi lainnya, lingkungan atau moral.
Itulah pembahasan kali ini tentang Pembangunan Berkelanjutan yang saya dapat simpulkan dari pertemuan ini semoga bias sedikit membantu meluruskan tentang pembangunan berkelanjutan yang sebenarnya..
Thanks, Wassalam J

SUMBER ::